non blogs

Menunggu Seharian untuk Tidur

Nopember 20, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kasihan Fathan. Itu yang terlintas dipikiran ayah kemarin.

Pas Ayah mau berangkat kerja, dia baru bangun tidur. Waktu sudah menunjukkan jam 7.30. Dan Fathan bangun saat ayah sedang persiapan untuk berangkat kerja. Dia sepertinya sudah besar dan mulai mengerti.

Dulu dengan kejadian yang sama dia bisa nangis dalam waktu yang lama. Seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan itu sudah mulai hilang. Fathan sudah mulai mengerti bahwa ayahnya harus berangkat kerja di pagi hari. Dan akan pulang saat langit sudah gelap.

Sebelum berangkat, ayah sempat berpesan kalau nanti Fathan mandi sama Mbak ya.

Dia menjawab,”Kalau Fathan sudah mandi, Bunda Pulang?”

Duh, kasihan Fathan. Saat dia butuh kasih sayang bunda di pagi hari, Bunda harus menunaikan kewajiban yang lain sebagai guru.

Yang lebih kasihan lagi saat malam tiba, kami berdua sudah dirumah dalam keadaan yang lelah, dan membawa tenaga sisa hari ini. Sedangkan Fathan begitu mengharapkan kehadiran kami.

Dan saat sudah bertemu, yang sering kami berdua lakukan ke Fathan (Maafin Ayah dan Bunda ya nak..), adalah menyuruhnya untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan jam 10.00.

Kategori: Fathan

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar