Hari ini, tiga tahun lalu, menjadi hari yang tidak akan Ayah dan Bunda lupakan dalam sejarah kehidupan. Hari itu Kamis, 30 Desember 2004, sekitar jam 21.00 wib perut bunda mulai terasa mulas-mulas. Wah, jangan-jangan mau lahir sekarang nih orok. Padahal menurut keterangan dari dokter Hendy Mochtar, bunda akan melahirkan tanggal 12 Januari 2005. Lha ini kan masih akhir Desember.
Dan frekwensinya kok semakin lama semakin sering. Mungkin bener sudah waktunya. Segera ayah dan bunda berangkat ke Rumah Sakit Permata Hijau. Kami berangkat dari rumah Mbah Kung. Bunda memang sejak seminggu terakhir, tidak lagi tidur di rumah kontrakan di Haji Soleh. Tetapi tidur di rumah Mbah Kung. Dengan pertimbangan, kalau sewaktu-waktu mau melahirkan, dan ayah sedang tidak ada di rumah, bisa diantar oleh siapa saja yang ada di rumah Mbah Kung.
Berdua kami berangkat naik motor. Baru berjalan kurang lebih satu kilometer, tiba-tiba hujan turun deras sekali. Waduh, gimana nih? Terus kehujanan. Kalau berteduh dulu, jangan-jangan lahir duluan.
Akhirnya kami putuskan berteduh dulu. Kami lihat ada wartel yang sedang buka. Dan kami lihat ada tempat untuk berteduh. Sambil berteduh, sambil kami berdoa semoga hujannya tidak terlalu lama. Bisa gawat ini urusan kalau hujannya nggak reda.
Alhamdulillah Allah mendengar doa kami, tidak lama kemudian hujan reda. Langsung kami cabut dari wartel menuju Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Sengaja kami pilih rumah sakit itu karena jarak dari rumah Mbah Kung ke situ cukup dekat. Naik motor mungkin hanya sekitar 10 menit.
Tidak lama kemudian kami sampai di Rumah Sakit, setelah menyelesaikan urusan administrasi, bunda masuk UGD, dan setelah diperiksa segala macam, kami pindah ke lantai atas. Ayah lupa lantai berapa. Kalau nggak salah sih lantai 4.
Disana Bunda menempati kamar yang berisi 3 tempat tidur. Saat Bunda masuk, sudah ada satu orang yang tinggal disitu, sepertinya sih sudah melahirkan dan rencananya besok akan pulang.
Tak lama setelah itu, Bunda diperiksa untuk mengetahui sudah masuk bukaan berapa. Ternyata, baru bukaan 2. Dan itu berlangsung lama. Setelah berapa jam, ternyata masih bukaan 2 juga. Wah gimana nih.
Kata perawat yang ada disitu, mungkin besok pagi baru melahirkan. Disarankan malam ini tinggal aja dulu. Dari pada pulang dan besok kembali lagi. Okelah, kami putuskan untuk menginap malam itu.
Segera kami kabari ke rumah baik di rumah Mbah Kung di Karya Baru, maupun di Semarang. Kami cerita kondisi terakhir bunda.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.