2-3-2008; 10.00 WIB
Ayah, Bunda, dan Fathan berangkat ke RS, untuk kontrol terakhir ke Dr. Agung. Ayah dan Bunda sebenarnya keberatan kalau Fathan ikut. Siapa tahu saat diperiksa nanti, bunda disuruh langsung masuk ruang bersalin. Tapi dia merengek dan memaksa. Ya sudah dengan sangat terpaksa dia kami bawa.
2-3-2008;11.00 WIB
Setelah menyelesaikan urusan administrasi, bunda masuk ruang praktek dr. Agung. Dan kami berdua kaget, karena dokter bilang, “Wah bu ini sudah keras banget nih perut ibu. Sekarang saja ya masuk ruang bersalin” Waduh.. padahal kita berdua datang tanpa persiapan untuk langsung melahirkan pada saat itu juga. Fathan bagaimana?
Akhirnya disepakati Ayah pulang dulu ke rumah nganterin Fathan sekaligus ambil baju buat tinggal di rumah sakit. Sedangkan sambil nunggu ayah kembali ke rumah sakit, bunda sempat makan dulu. Soalnya dari pagi belum sempat sarapan.
2-3-2008; 12.00 WIB
Satu hal yang sebenarnya kami berdua tidak inginkan, yakni induksi alias obat perangsang agar bunda segera mules. Bukan apa-apa, rasanya itu saaaakkkiiiit banget. Ayah memang tidak merasakan secara langsung. Tetapi jika melihat pengalaman saat bunda melahirkan Fathan dulu, jelas terlihat bagaimana sakitnya diinduksi.
Memori kami seperti kembali ke beberapa tahun silam saat bunda sudah masuk ruang persalinan dan diinduksi. Bagaimana bunda mengerang kesakitan selama 3 jam. Rambut sudah basah oleh keringat. Duh nggak tega deh melihat bunda kepayahan. Gambaran itu seolah timbul kembali.
Berapa lama hal ini akan berlangsung? 3Jam seperti dulu, atau lebih cepat? Atau malah lebih lama? Semoga lebih cepat.
1 response so far ↓
rhakateza // April 7, 2008 pada 10:11 am |
wah… gimana hasilnya??? cewek apa cowok?